Sunday, April 16, 2017

RP - 6 Principles of marketing to the middle class Muslim

Pic; Pixabay



1.       The principle of customer.
Customers become more religious, they begin to search for spiritual value. This was the unique thing of Indonesian Muslim market. The richer they are, more knowledgeable, and technology savvy, they become more religious and trying to know the spiritual value from the product they consume.
2.       The principle of competition
Competition is about building brand persona, connect your brand t the customer’s heart. There are 4 Muslim consumer’s type in Indonesia ; Rationalist, Universalist, conformist, and apathies.
3.       The principle of positioning
Be an Inclusive brand, be a universal icon, your brand must be an inclusive brand to take middle Muslim market and able for higher class also and friendly for lower class.
4.       The principle of differentiation
Build authenticity through commitment and passion. Create your own brand DNA.
5.       The principle of value
Offer unique universal value, balance your product and spiritual benefit.
6.       The principle of engagement
Connect your customers to each other, build a community of messenger.

Friday, March 17, 2017

Topeng Cisalak dari Masa ke Masa


pic source; Depok Online
Topeng Cisalak Dari masa ke masa
Selama ini  kita mengenal topeng adalah hanya tarian, namun sebenarnya secara istilah topeng bukan berarti kedok, atau seni tari dengan penutup wajah. namun   merupakan Salah satu kesenian teater rakyat yang bermula dan berkembang sebagai budaya betawi yang terdiri Dari unsur musik,  tari, dan  drama.
Pada zaman dahulu masyarakat di wilayah Depok gemar dan mengapresiasi seni pertunjukan topeng dan wayang golek, biasanya untuk memeriahkan acara atau pesta keluarga.
Sekitar tahun 1920-an terdapat puluhan rombongan atau kelompok kesenian ini. 3 diantaranya berdomisili di cisalak yaitu topeng kinang pimpinan haji Djiun, topeng Awi pimpinan bapak Mingsing dan topeng Senel pimpinan bapak Buang. Masing - masing kelompok memiliki penggemar di daerah yang berbeda.
Apabila panggilan berpentas sedang sepi, biasanya pada musim paceklik rombongan topeng akan mengadakan pertunjukan keliling dari kampung ke kampung yang disebut juga 'ngamen' . Untuk bayarannya sesuai dengan babak yang dimainkan sehingga muncul sebutan topeng babakan. Untuk topeng kinang sendiri membatasi diri hanya ngamen di wilayah betawi atau Jakarta pada perayaan hari hari besar seperti tahun baru masehi dan imlek. Hal tersebut agar lebih dikenal masyarakat kota dan tingkat atas sehingga menghasilkan uang lebih besar.
Di tahun 1923, topeng mendapat kesempatan untuk berpentas di pasar gambir (semacam PRJ saat ini)
Di tahun 1924, Tari kinang berhasil memenangkan lomba tari yang diselenggarakan di pasar gambir, lalu dibuatkan video penampilan mereka dalam piringan hitam oleh firma thio Tek Hong. Sehingga popularitas topeng kinang semakin meningkat.
Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia (1942 - 1945) rombongan topeng awi dan topeng senel memutuskan untuk berhenti pentas. Sehingga tersisa satu rombongan topeng yang masih aktif yaitu topeng kinang bapak Djiun. Sejak itu topeng kinang dikenal dengan nama topeng cisalak.
Pada tahun 1958 bapak Djiun meninggal dunia, pimpinan topeng kinang dilanjutkan oleh bapak Bokir dan dua saudara nya bapak Kisam dan bapak Dalih yang merupakan putra mak Kinang. Semenjak kematian bapak Djiun mak Kinang tidak aktif lagi di pentas topeng kecuali ada permintaan dari orang yang membayar nazaar, ilmu tarinya ia turunkan kepada anak - anaknya dan juga menantunya.
Pada tahun 1967, bapak Bokir mendirikan rombongan topeng sendiri di kampung Dukuh kramatjati Jakarta Timur. Dengan nama Setia Warga, sedangkan topeng kinang di cisalak diberi nama topeng kinang putra dipimpin oleh bapak Dalih dan bapak Kisam.
Ada tahun 1973, topeng cisalak sebagai teater tradisi yang total mulai dikenal secara regional sejak ikut serta dalam festival teater rakyat sejawa barat di Bandung. Mewakili kabupaten Bogor dan meraih gelar juara umum.
Pada tahun 1977, salah satu tari topeng cisalak yaitu Lipat Gandes berhasil masuk 10 besar salad festival tari rakyat yang diselenggarakan Direktorat Kesenian Departement Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga tarian yang dipentaskan oleh rombongan Setia Warga tersebut semakin dikenal secara nasional.
Pada tahun tersebut pula bapak Kisam membentuk rombongan topeng sendiri di wilayah ciracas Jakarta Timur dengan nama Ratnasari.
Ketiga rombongan topeng tersebut masih saling membantu dan bekerjasama, topeng setia warga unggul dengan bodoran atau lawakannya, topeng kinang putra pada segi karawitan dan drama tradisinya, topeng ratnasari dengan tari - tariannya.
Sampai pada generasi selanjutnya estafet kepemimpinan dan pengelolaan topeng ini dipegang oleh cucu cucu bapak Djiun dan mak Kinang. Meskipun tidak lagi dipertunjukan seperti awalnya dulu sebagai pertunjukan total tradisi namun lebih banyak hanya berupa tarian. Untuk saat ini para pelestari budaya dan tradisi terutama betawi masih tetap mempertahankan eksistensi Topeng Cisalak.
(RP disadur dr materi seminar seni kota Depok oleh H. Rahmat Ruchiat, budayawan Betawi)

Thursday, March 9, 2017

Akhi...


pixabay



'installing' keterangan yang tertera pada playstore untuk pencarian aplikasi instagram.
Tak lama kemudian keterangan tersebut berganti menjadi 'open' dengan segera jemariku menekan pelan tombol  hijau tersebut dan muncullah instruksi untuk log in kembali ke akun instagram, setelah mengetik alamat email dan password muncullah ikon kotak merah dengan bulatan dan titik didalamnya (simbol instagram yang baru, 2017)
Ada puluhan notifikasi di akun tersebut, maklum saja karena sempat vakum hampir 2 bulan lamanya. Tapi bukan puluhan notifikasi itu yang menarik perhatianku, jemariku bergerak menuju ikon lup pembesar yang notabene adalah 'search' mengetikkan sebuah nama dan muncullah sebuah akun, milik seseorang yang hanya karena sempat bermimpi buruk tentangnya, membuatku akhirnya tergerak memutuskan untuk menggunakan smartphone kembali dan memastikan bahwa mimpiku salah.
Dan ini cerita tentang bagaimana orang tersebut bisa menjadi bagian dari memoriku bahkan mimpiku selama bertahun - tahun
2006,Kampus swasta di Jakarta
"baik, apa ada pertanyaan untuk tugas yang diberikan ?" seorang dosen kembali bertanya untuk yang kesekian kalinya pada seisi kelas yang sudah mulai menunjukkan wajah wajah lelah
"tidak bu" jawab mayoritas mahasiswanya, beberapa menunjukkan wajah siap menghantam kasur dirumah atau kosan bahkan, maklum ini adalah kelas malam dan kebanyakan dari mahasiswa yang mengikuti mata kuliah malam disini adalah mereka yang juga bekerja di pagi hingga sorenya, sehingga tentu saja banyak yang sudah lelah ketika mengikuti kuliah malam selepas bekerja, tak terkecuali aku juga sih, hanya saja profesiku sebagai guru masih memungkinkan untuk sejenak beristirahat sebelum mengikuti mata kuliah di sore dan malam hari, Ya paling tidak selepas mengajar siang hari aku masih bisa selonjoran dan rebahan di masjid kampus sambil menunggu ashar untuk kemudian baru memulai kelas di Jam 4 sore atau 6.30 selepas magrib.
Usiaku usia normal untuk kuliah, tapi aku sudah bekerja sejak lulus sekolah menengah dan tetap bekerja agar bisa kuliah, dan kebetulan di kampusku ini sistem paket KRS yang bisa dipilih sendiri jadwalnya secara online saat memasuki semester kedua. Dan aku mengambil mata kuliah sore dan malam agar tetap dapat bekerja di pagi harinya. Tidak peduli meski aku jadi tidak bisa bertemu kawan kawanku di semester satu lalu bertemu dengan mahasiswa mahasiswa Lama atau yang lebih tua dariku di kelas malam, dan mahasiswa yang hadir acapkali berbeda orang dan jumlah di tiap pertemuannya sehingga aku hampir tidak bisa menghafal dan mengingat teman sekelasku, itulah akhirnya aku tidak memiliki kawan yang benar benar akrab di semester dua ini sejak mengikuti mata kuliah sore dan malam hari, dan anehnya akupun tidak terlalu peduli dengan itu, mungkin karena aku sudah tidak punya banyak waktu, pagi ke siang bekerja di sekolahan lalu ke kampus jika ada kuliah sore dan lanjut kuliah malam hingga pukul 9 pulang kerumah sudah pukul 10 setelah menyelesaikan pekerjaan rumah aku baru bisa tidur dan harus bangun pagi  pagi untuk bekerja, hidupku benar benar padat sebagai gadis muda 18tahun ketika itu.
Dan ini adalah salah satu kelas malam yang aku ikuti dengan mata kuliah ilmu komunikasi part 2 (setelah pengantar di semester 1 ) siswanya tidak banyak hanya 20an mahasiswa.
Setelah memastikan Bahwa mahasiswanya mengerti dengan tugas yang diberikan, sang dosen mengucapkan salam mengakhiri kelas Dan? meninggalkan ruang kelas Dan diikuti beberapa  mahasiswanya. 
"syukurlah akhirnya kelar juga urusan hari ini, ya Allah pengen cepet ketemu kasur deh rasanya" batinku sambil memasukkan binder kuliah ke tas. Lalu beranjak keluar kelas yang berada di basement sehingga perlu mengerahkan sisa energi hari itu untuk menaiki tangga ke atas lalu keluar gedung. Oia aku tidak bertegur sapa dengan teman sekelasku ya karena memang tidak terlalu saling kenal begitulah kuliah kelas malam di kampusku. Sekeluarnya dari gedung aku masih harus menyusuri koridor luar gedung baru saja kaki ini akan berbelok ke kiri menuju koridor tiba tiba
"ukhti, intadzir " seperti ada satu suara menggunakan bahasa Arab, reflek aku menajamkan indra pendengaranku, "siapa yang berbahasa arab di kampus liberal ini ya kira - kira?" Pikirku. Gak mungkin ada yang sealmamater high school kuliah disini, no way, aku udah cek ke bagian akademik ketika mendaftar di kampus ini bahkan bahwa aku satu satunya alumni sekolah menengahku yg kuliah di angkatan 2005 lalu " pikirku sambil celingukan mencari sumber suara " eh tapi kan belom tentu manggil gue juga kali, Gila geer banget sih gue" batinku kembali sambil tersenyum sendiri lalu berniat melanjutkan langkahku menuju koridor
"ukhti... Cimel"  Suara itu lagi namun kali ini aku berhenti "no way, someone call me with that very personal nickname. Omaigat siapa sih?  Masa ada alumni juga disini" tiba tiba jantungku berdebar keras antara khawatir, terkejut,  namun penasaran luar biasa. Kutarik nafas agak dalam lalu memutuskan untuk membalikkan badanku dan muncullah sesosok pria oh sorry he is still a young male not yet a gentleman, seorang mahasiswa sedikit Tergesa menuju ke arahku
"tu cowo manggil gue beneran? Siapa y? " pikirku dengan tidak yakin

Monday, March 6, 2017

RP - A Memory of Doclang



pic; HelloBogor
Doclang adalah salah satu makanan khas kota Bogor, tidak sedikit yang menyukai makanan ini, tak hanya dapat disantap sebagai sarapan namun ternyata nikmat juga disantap malam hari atau bahkan dini hari seperti yang pernah saya lakukan pada akhir pekan lalu.
Setelah melakukan beberapa pekerjaan yang kebetulan baru selesai pada tengah malam saya dan partner memutuskan untuk mengisi perut terlebih dahulu sebelum pulang, meluncurlah kami menuju kawasan Merdeka Bogor yang dapat  dilalui jika dari jalan raya pajajaran dan menuju istana bogor dengan sistem satu arah (SSA)  belok kiri sebelum Mc. Donald melalui jalan Paledang hingga ke stasiun Bogor ambil arah kiri dan lurus saja setelah melewati jembatan merah. Kita akan menemukan masih banyak pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya terutama kuliner, dan believe it or not suasana saat itu masih terbilang ramai untuk pukul 00.30 dengan cuaca sedikit rintik hujan.
Jajaran motor terparkir rapi di tepi jalan ok lebih tepatnya di pinggir trotoar, beberapa diantaranya terlihat juga beberapa mobil dengan beragam plat nomor jika saya perhatikan mulai dari plat F (plat tuan rumah, Bogor) B,  D,  Z,  bahkan AL, dan tentu saja tak ada keramaian tanpa juru parkir untuk di kawasan inipun beberapa abang juru parkir sibuk mengatur tatanan parkir kendaraan, menjaganya, dan bahkan sesekali mengatur lalu lintas yaa meski dini hari tapi di merdeka seperti masih Jam 7 malam terlebih di akhir pekan awal bulan.
Entah terinspirasi apa partner saya tiba - tiba mengusulkan untuk makan doclang, bak pucuk dicinta ulampun tiba saya happy sekali dengan ide tersebut dan makin sumringah saat menemukan satu spot penjual 'Doclang & kupat tahu' yang masih buka dan bahkan ramai pembeli. Tempatnya sederhana hanya semacam gerobak etalase dan 2 buah bangku panjang yang berdempetan dengan sebuah warung kecil. Tapi biar kecil 2 bangku kayu tersebut full terisi pembeli yang dine in (makan ditempat) meski sempat ragu untuk makan berat di jam yang tak seharusnya namun godaan doclang ini berhasil juga membuat saya memutuskan untuk makan karbo dini hari hahaha kebetulan sudah lama juga tidak menyantap makanan khas Bogor yang satu ini,  and lucky me karena ketika memesan ada sekelompok pembeli yang telah beranjak dari 1 bangku panjang disana. Sehingga saya dan partner mendapat tempat yang lumayan nyaman untuk makan meski sebenarnya posisi tersebut adalah di trotoar jalan merdeka tepat di tepi jalan raya.
Sambil memperhatikan abang penjual menyiapkan pesanan - pesanan dengan cekatan saya teringat memory pertama kali makan doclang ini di tahun 2006 akhir ketika menyambangi radio penyiaran publik di Bogor (tau dong satu satunya lembaga resmi radio pemerintah yang ada seindonesia, LOL) ketika itu salah satu penyiarnya (penulis buku ZODIAC DATE dan penyiar salah satu radio Swasta di Jakarta, saat ini)  membujuk agar mau makan hidangan yang dia Beli sambil mempresentasikan tentang makanan yang disebut doclang tersebut layaknya seorang sales advisor meyakinkan pelanggannya hahaha
Yaa wajar saja kan jika mulanya saya menolak karena memang baru pertama kali bertemu lalu ditawari makanan yang saya belum tahu history - nya hahaha tapi akhirnya setelah diyakinkan dengan beragam penjelasan saya habiskan juga satu piring doclang yang dijual seorang abang doclang keliling, that's my first time lunch with a 'strangers' hahaha (good and handsome stranger untungnya LOL) . waktu itu untuk sepiring doclang harganya hanya 3000 rupiah membuat saya makin amaze terhadap makanan tersebut sayangnya memang ternyata hanya ada di Bogor dan tidak banyak penjualnya.
Itulah kenapa penjual Doclang di kawasan merdeka ini ramai pembeli meski Jam bukanya baru dimulai petang hari namun banyak orang yang datang bahkan lewat tengah malam untuk membeli kuliner yang satu ini.
Untuk Doclang sendiri sebenarnya terdiri dari : ketupat, tahu yang tidak digoreng kering, saus kacang yang menyerupai saus sate padang namun tanpa lada dan pala, tambahannya telur ayam rebus, krupuk bawang lalu beri taburan bawang goreng dan juga sedikit kecap manis serta sambal jika ingin rasa pedas. Uniknya penjual doclang di kawasan merdeka ini tidak menggunakan ketupat berbentuk layang-layang yang dibungkus janur atau daun kelapa melainkan persegi panjang dengan bungkus lembaran daun ganyong atau semacam talas umbi, dan nantinya lembaran daun bekas ketupat itu digunakan untuk pembungkus pesanan yang take away, menarik bukan!
Soal pelayanan cukup cepat meski kadang antrian pengunjung yang take away juga banyak, abang penjualnya meski belum begitu tua namun sangat gesit menyusun doclang pesanan di piring ataupun di lembaran daun ganyong.
Untuk rasanya bagi saya pribadi yang menyukai kuliner tradisional sih enak dan nikmat juga disantap dalam suasana dingin, tidak perlu waktu lama bagi saya untuk menghabiskan sepiring doclang selain enak rasa pada sausnya cukup bersahabat di lidah dan nyaman di perut (hal penting dari mengkonsumsi makanan)
Harganya?  Tidak perlu khawatir meski mengenyangkan tapi untuk seporsi doclang di kawasan merdeka dihargai 10000 Rupiah jika memakai tambahan telur rebus, jika tanpa telur 8000 Rupiah. Dan dapat minum segelas teh tawar hangat (2017)
Untuk parkir di kawasan ini meski ramai namun cukup aman, untuk motor masih 2000 dan mobil sekitar 5000 biasanya  (tahun 2017) lokasi juga mudah dijangkau. Dan konon bahkan bisa tetap ramai sampai pagi.
Selesai makan dan membayar pesanan masih banyak pelanggan berdatangan bahkan ada yang masih menunggu kawannya sampai di stasiun bogor lalu makan doclang bersama.
well, saya jadi berfikir bagaimana bisa mereka tetap tertarik pada kuliner sederhana yang mulai tergerus pola gaya hidup dengan makanan yang lebih modern atau instagramable (yg cucok buat dipamerin di akun instagram biar dpt like banyak hehe), atau mungkin mereka juga seperti saya having a good memory of Doclang, How about you, tertarik untuk create some memory juga? Just try it 
*no pics bukan berarti hoax, u have to come n taste it by ur self to prove my words ✌
(originally written by RP)

Thursday, March 2, 2017

little trowback about my previous office


pixabay



FOODPANDA is the leading global online food delivery marketplace, headquarted in Berlin, Germany and active in more than 40 countries. the company enables restaurants to become visible in the online and mobile world and provides them with a constantly evolving online technology. for consumers, foodpanda offer the convenience to order food online and the widest gastronomic range from where they can choose their favorite meal on the web or via the app. foodpanda currently has partnerships with more than 30000 restaurants.

foodpanda was established in May 2012 with Singapore being the first market, becasue of the success it had in Singapore, the company quickly expanded to other markets.

customers use either the website or mobile apps to select the food they want. these order then sent from foodpanda to restaurant. who then deliver the orders. the service also features a review section where customers can comment on sales process, delivery, taste, and overall impression of restaurants. customers order also saved online, allowing for reorders to be done quickly, while multiple addresses can also be stored so they don't need to be enterd for every order. in mobile app it allows users to filter restaurants by location and also feature push notifications for special deals and location based offers. the apps is available on IOS Android and nokia Asha. 

RP - Good Miss V for A Better Life ( Part 1 )

#Cara Baru Membersihkan Area Kewanitaan

Bagi wanita, area kewanitaan atau organ intim adalah hal yang sangat sensitif dan banyak dipengaruhi oleh sistem hormonal tubuh wanita. untuk itu perlu adanya perawatan yang baik pada area tersebut, karena kondisi yang sehat tentu akan membuat nyaman aktifitas sehari-hari dan juga menjaga sistem reproduksi wanita, karena tidak sedikit penyakit yang dipengaruhi juga dari kondisi area tersebut.

Selain dengan menjaga pola makan atau asupan yang masuk ke dalam tubuh, diperlukan juga menjaga kebersihannya dari luar. meskipun sebenarnya area kewanitaan telah memiliki cara untuk membersihkan dirinya namun ada kondisi - kondisi tertentu yang juga memerlukan senyawa lain untuk mengoptimalkan kinerja bakteri baik yang ada di area tersebut.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan:
- cara konvensional yaitu dengan air rebusan daun sirih yang disiramkan atau dibasuhkan secara perlahan ke area kewanitaan, fungsi air rebusan daun sirih (yang sudah dingin tentunya ya) adalah sebagai bahan antiseptik yang dapat mengurangi gejala tidak nyaman seperti gatal atau alergi pada area miss V.

- cara modern yaitu menggunakan pembersih cair atau gel yang banyak dijual dipasaran saat ini, umumnya cairan / gel dituangkan ke telapak tangan lalu dibusakan dan dibasuhkan ke area miss V lalu dibilas dengan air hingga bersih. Hanya saja saran saya perlu diperhatikan kandungan dari produk yang akan digunakan, pastikan sesuai dengan kebutuhan area kewanitaan anda, dan tentunya hentikan penggunaan jika mengalami iritasi atau justru membuat kondisi miss V memburuk.

- selain dengan cairan pembersih atau sabun pembersih ( tidak disarankan menggunakan sabun mandi baik batang ataupun cair ) ada pula beberapa cairan konsentrat yang perlu dicampurkan dulu kedalam air untuk kemudian dibasuhkan ke area kewanitaan ada pula yang langsung di teteskan atau di usapkan, namun hal tersebut biasanya untuk kondisi tertentu atau sesuai anjuran medis.

Nah, saat ini ada cara baru dalam hal membersihkan area kewanitaan, yaitu dengan menggunakan cleansing Mousse atau busa pembersih. Produk yang dihadirkan oleh Galenium Pharmasia ini bernama V-MINA Feminine Hygiene dengan 3 keunggulan yaitu : PH Balanced, Yoghurt Extract++ , lembut dan tidak mengiritasi.
kemasan ukuran 100 ml cukup ringan dan cantik, karena berbentuk busa yang hanya akan keluar jika ditekan jadi kemasan ini cukup hemat dan aman dibawa. cara penggunaannya juga cukup mudah hanya dengan mengusapkan busa secara lembut pada area organ intim yang sudah dibasuh air, lalu bilas, praktis bukan !

Meskipun tidak menimbulkan sensasi dingin atau kesegaran berlebih pada area kewanitaan sebagaimana yang ditimbulkan dari produk pembersih lain. namun V-Mina menjadikan Miss V lebih soft dan nyaman, serta tidak menjadikan area kewanitaan kering, hal tersebut karena produk ini lebih berfungsi sebagai penghambat pertumbuhan kuman dan bakteri jahat, namun tetap menjaga mikroflora yang menguntungkan serta membantu melembabkan dan melembutkan kulit karena mengandung Tea Tree dan Aloe Vera, aman digunakan karena telah teruji secara klinis atau ' Dermatologist Tested' .

Oia, pada kemasannya tertera beberapa penjelasan dalam beberapa bahasa yaitu Bahasa Indonesia, Inggris, Mandarin, dan Jepang. Dan bagi saya yang menyukai Bahasa hal tersebut cukup menarik haha. Sayangnya, produk yang saya miliki expired datenya hanya 3 bulan dan harga untuk produk ini masih cukup mahal meski sebanding dengan manfaatnya.

Untuk lebih detail mengenai produk V-Mina Feminine Hygiene cleansing Mousse dapat juga mengunjungi link Lifull V-Mina

V-Mina Feminine Hygiene Cleansing Mouse
Cara baru membersihkan area kewanitaan
Lembut, Nyaman, dan Sehat!
V-Mina (google pic)



(Ranie Putri for www.lifull-produk.id ❤ )

RP - Handling Major Obstacle in Organization



Pixabay

After some company developed a blue ocean strategy with a profitable business model, the company must execute the strategy. Certainly, will always there’s a challenge in every execution strategy. Company is just like an individual often have difficulty translating ideas into action. Either in the blue or the red ocean.  Blue ocean strategy symbolizes a significant step in leaving the status quo. Blue ocean strategy based on a shift from convergence to divergence in the value curve at a low cost, this increases the difficulty in execution.   
Many managers assured us that there were many heavy challenges they have to face four obstacles. First thing is a cognitive obstacle; sensitize or bring around the employees about the importance of changing strategy, red ocean strategy probably not the way to profitable growth in future, but it was still feels comfortable for many people, even proven still useful to the organization, so why make a problem?



*blue ocean strategy : creating new market space, which has not been entered by a competitor before or yet identified.

*red ocean strategy : description of business competition that exists today and the known market space

More specific about Blue and Red Ocean Strategy klik wikipedia


( Ranie Putri translating for 'someone' in my work interview at some company )

MoMA Depok 1 Kupas Tuntas Child Grooming dalam Webinar Rumah Harus Jadi Tempat Aman

Depok — Maraknya kasus child grooming yang belakangan semakin meresahkan membuat para orang tua dituntut lebih waspada.  Berangkat dari kege...